MA Muhammadiyah Metro Laksanakan Program Unggulan Dauroh Tahfidz sebulan Penuh Hingga Juli 2021

 

Metro Lampung – MA Muhammadiyah Boarding School Metro atau yang disingkat MAMBS Metro terus berupaya membangun eksistensinya melalui program-program unggulan yang mampu meningkatkan wawasan keIslaman para santri dan juga sebagai sarana dakwah Islam.

Program-program unggulan tersebut yaitu meliputi Da’i 3 Bahasa, Da’i Hijrah, Mabit (Malam Bina Insan Taqwa), dan Dauroh Tahfidz. MA Muhammadiyah Metro yang pada saat ini merupakan satu-satunya Madrasah Aliyah swasta Muhammadiyah di Kota Metro Lampung tentunya mempunyai tanggungjawab dakwah kepada masyarakat mengenai Islam Kemuhammadiyahan, terlebih sejak 2015, MA Muhammadiyah Metro terintegrasi dengan Pondok Pesantren Darul Arqom hingga berubah nama menjadi MA Muhammadiyah Boarding School Metro. Salah satu bentuk dakwah yang dilakukan oleh MAMBS Metro adalah melalui program-program unggulan tersebut.

Dauroh Tahfidz yang pada saat ini sedang berlangsung merupakan program kedua MAMBS Metro yang telah terlaksana pada tahun 2021 setelah program Da’i Hijrah yang berlangsung selama 10 hari di bulan Ramadhan lalu. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua PCM Metro Pusat, Drs. H. Jaeni, M.P.Fis saat opening ceremony yang berlangsung pada Senin (7/6/2021) di Masjid Al-Mujahidin Komplek Muhammadiyah Metro. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 7 Juli 2021 dengan mengusung tema “Membangun Generasi Penghafal dan Pengamal Al-Quran”.

Ahmad Kholil, S.HI selaku kepala madrasah menyampaikan beberapa hal dalam sambutannya pada opening ceremony; “Kegiatan Dauroh pada tahun 2021 ini dikhususkan untuk santri MAMBS Metro. Tahun depan, insyaAllah akan kita garap Dauroh untuk santri sekolah menengah pertama bahkan sekolah dasar sebagai bentuk pengenalan program pondok. Selama satu bulan, santri akan fokus pada cahaya Al-Qur’an. Menghiasi hati, pikiran, dan perilaku dengan akhlak Al-Qur’an”, jelasnya.

Kepala MAMBS Metro itu juga berpesan kepada para santri yang sedang mengikuti dauroh untuk selalu memegang teguh bekal dalam menuntut ilmu. “Bagi para penuntut ilmu, ada 6 bekal yang harus disiapkan. Hal tersebut diungkapkan oleh Imam Syafi’i. Beberapa bekal tersebut yaitu; kecerdasan, semangat, sungguh-sungguh, berkecukupan, bersahabat (belajar) dengan ustadz, dan waktu yang lama”, kutipnya.

Jaeni, berpesan kepada pesera Dauroh, untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat maka harus bersungguh-sungguh mempelajari dan mengamalkan Al Quran.
“Al-Quran kita yakini sebagai pedoman hidup. Meyakini saja tidaklah cukup, kita juga harus berusaha untuk menguasai. Berupaya membaca Al-Quran dengan baik dan benar, secara berulang-ulang, maka akan terbentuk kebiasaan yang baik atau good habit. Kebiasaan yang baik akan membentuk budaya yang baik, dan budaya yang baik akan membentuk akhlakul karimah,” paparnya.

Ketua PCM Metro Pusat itu juga menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya dauroh.
“Penghargaan yang sebesar-besarnya atas terselenggarakannya kegiatan ini. Semoga targetnya bisa tercapai, dan semoga apa yang dicapai menjadi keberkahan. Ketika suatu target tercapai, itu merupakan suatu keberhasilan. Tapi ada yang lebih penting dari sekedar tercapai, yaitu target itu menjadi suatu keberkahan,” pungkasnya.

Selain kegiatan utama yang berupa hafalan Quran dan setoran hafalan Quran, setiap minggunya santri juga dibekali materi-materi lain oleh para asatidz yang kompeten yang meliputi materi Fiqih Tarjih (Thoharoh & Saholat), Ta’lim Muta’alim, Tahsin Al-Qur’an, dan Bahasa Arab. Kegiatan-kegiatan lain yang sebelumnya telah menjadi rutinitas pondok seperti puasa senin-kamis dan olahraga di hari Ahad juga tetap berjalan selama dauroh berlangsung. (Hardiani Alvia)

 

 

 
Hubungi via Whatsapp!