BOGOR – Madrasah Muhammadiyah harus mampu menjadi pilihan pertama bagi calon wali murid. Untuk mewujudkan hal tersebut, setiap madrasah Muhammadiyah perlu terus memperkuat kualitas layanan, mutu pendidikan, sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM), kerja sama, serta kepemimpinan kepala madrasah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Didik Suhardi, Phd, dalam pembukaan Pendidikan Khusus Kepala Madrasah (DIKSUSKAMAD) Region DKI Jakarta, Aceh , Babel, Banten,Sumsel, Lampung, Jawa Barat, yang berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di BBPPMPV Parung, Bogor.
Dalam arahannya, Didik mengajukan pertanyaan mendasar kepada para peserta, yakni bagaimana cara menjadikan madrasah Muhammadiyah sebagai pilihan utama masyarakat.
Menurutnya, terdapat enam langkah strategis yang harus dilakukan secara konsisten oleh madrasah Muhammadiyah.
Pertama, meningkatkan kualitas mutu layanan. Pelayanan menjadi salah satu aspek penting yang menentukan kepercayaan masyarakat. Karena itu, madrasah harus mampu memberikan pelayanan yang baik, profesional, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik serta wali murid.
Kedua, meningkatkan kualitas pendidikan. Madrasah Muhammadiyah harus memiliki kualitas pendidikan yang unggul. Mutu pembelajaran dan berbagai program pendidikan perlu terus dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik serta tantangan perkembangan zaman.
Ketiga, meningkatkan sarana dan prasarana. Menurut Kyai Sholihin, sarana dan prasarana madrasah harus bersih, tertata, nyaman, dan menarik. Lingkungan madrasah yang baik akan mendukung terciptanya proses pembelajaran yang efektif sekaligus memberikan kesan positif kepada peserta didik dan wali murid.
Keempat, meningkatkan kualitas SDM. Sumber daya manusia di lingkungan madrasah harus terus ditingkatkan. Kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan perlu mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan agar mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.
Kelima, meningkatkan kerja sama. Kepala madrasah harus memiliki kemampuan membangun jejaring dan menjalin hubungan dengan berbagai pihak. Kemampuan bekerja sama menjadi bagian penting dalam mengembangkan madrasah serta memperluas dukungan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Muhammadiyah.
Keenam, memperkuat kepemimpinan. Kepala madrasah harus memiliki kemampuan leadership yang baik dan mampu menjadi teladan bagi seluruh warga madrasah. Kepemimpinan yang kuat diperlukan untuk menggerakkan seluruh unsur madrasah dalam meningkatkan mutu dan mencapai tujuan pendidikan.
Marjiyantim S,Ag.,M.Pd.I selaku Ketua Duta Madarsah Muhammadiyah juga menyampaikan bahwa DIKSUSKAMAD Region Region DKI Jakarta, Aceh , Babel, Banten,Sumsel, Lampung, Jawa Barat, diikuti 157 peserta dari tujuh provinsi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi kepala madrasah dalam mengelola serta mengembangkan lembaga pendidikan.
“DIKSUSKAMAD ini yang pertama. Insyaallah akan dilaksanakan delapan regional,” ujarnya
Pelaksanaan DIKSUSKAMAD secara regional diharapkan mampu memperluas jangkauan peningkatan kompetensi kepala madrasah sekaligus memperkuat kualitas tata kelola pendidikan Muhammadiyah di berbagai daerah.
Dengan penguatan mutu layanan, kualitas pendidikan, sarana prasarana, SDM, kerja sama, dan kepemimpinan, madrasah Muhammadiyah diharapkan semakin dipercaya masyarakat dan mampu menjadi pilihan pertama bagi calon wali murid.
