YOGYAKARTA — Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan PT Gramasurya terkait penjualan buku ISMUBA dan MIPA Bilingual serta penguatan konten digital. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di SM Tower Yogyakarta, Jumat (14/8/2026).
Penandatanganan MoU dilakukan secara langsung oleh Didik Suhardi, Ph.D., Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah. Prosesi tersebut disaksikan oleh Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai bagian dari penguatan sinergi antar- Amal Usaha Muhammadiyah.
Kerja sama ini mencakup pemanfaatan dan distribusi buku ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) serta MIPA Bilingual**, sekaligus mendukung pengembangan dan pemanfaatan konten digital di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Kolaborasi antara Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah dan PT Gramasurya diharapkan dapat memperkuat ekosistem penyediaan bahan ajar dan sumber belajar yang berkualitas, relevan, serta mudah diakses oleh sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
Kerja sama ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar- Amal Usaha Muhammadiyah, sehingga potensi dan sumber daya yang dimiliki dapat dikembangkan secara bersama untuk mendukung kemajuan pendidikan Muhammadiyah.
Didik Suhardi menyampaikan harapan agar MoU tersebut tidak berhenti pada aspek kerja sama bisnis dan distribusi, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah.
“Semoga MoU ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi sesama Amal Usaha Muhammadiyah,” demikian harapan yang disampaikan dalam momentum penandatanganan kerja sama tersebut.
Melalui kerja sama ini, Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah dan PT Gramasurya diharapkan mampu menghadirkan ekosistem buku dan konten digital yang semakin kuat, sekaligus mendukung sekolah dan madrasah Muhammadiyah dalam menghadapi kebutuhan pembelajaran di era digital.
Dengan demikian, penandatanganan MoU di SM Tower Yogyakarta bukan sekadar seremoni kerja sama, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, kemandirian, dan kebermanfaatan Amal Usaha Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan yang berkemajuan.
