Purwokerto – Upaya memperkuat citra dan reputasi sekolah/madrasah Muhammadiyah di era digital menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Akademi Jurnalistik Muhammadiyah 2026 yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Lazismu, pada Sabtu–Ahad, 18–19 Juli 2026, di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). sebanya 54 guru , tim humas Sekolah /Madrasah Muhammadiyah mengikuti dengan penuh semangat ,
Pada kegiatan tersebut, Hendra Apriyadi, S.Pd., M.Pd., selaku Anggota Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, hadir sebagai narasumber yang menyampaikan materi tentang branding sekolah/madrasah Muhammadiyah melalui kehumasan di era digital.
Dalam paparannya, Hendra menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi sekaligus menentukan pilihan terhadap lembaga pendidikan. Oleh karena itu, sekolah Muhammadiyah tidak cukup hanya memiliki program unggulan, tetapi juga harus mampu mengomunikasikan berbagai prestasi dan aktivitasnya melalui publikasi digital yang profesional.
“Di era digital, branding sekolah tidak dapat dipisahkan dari kemampuan menghasilkan informasi yang kredibel, menarik, dan mudah diakses masyarakat. Informasi tersebut diwujudkan melalui berita kegiatan sekolah, artikel pendidikan, video dokumentasi, foto berkualitas, infografis, hingga berbagai bentuk konten digital lainnya,” ujar Hendra.
Menurutnya, publikasi yang berkualitas merupakan wajah sekolah di ruang digital. Masyarakat akan mengenal karakter, budaya, dan kualitas sebuah sekolah melalui informasi yang dipublikasikan secara konsisten dan terpercaya.
Lebih lanjut, Hendra menjelaskan bahwa berita sekolah/madrasah Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik. Berita yang disusun dengan kaidah jurnalistik yang baik akan memperlihatkan berbagai capaian sekolah, mulai dari prestasi murid, inovasi pembelajaran yang dilakukan guru, hingga program-program unggulan yang menjadi ciri khas sekolah Muhammadiyah.
“Melalui berita, masyarakat mengenal budaya sekolah, prestasi murid, inovasi guru, serta berbagai program unggulan yang dijalankan. Sebuah berita yang ditulis dengan baik akan memperkuat citra positif sekolah, sedangkan berita yang disusun secara asal-asalan justru dapat menurunkan kualitas komunikasi publik sekolah,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh sekolah dan madrasah Muhammadiyah untuk membangun budaya dokumentasi dan publikasi sebagai bagian dari tata kelola kelembagaan. Menurutnya, setiap kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat perlu didokumentasikan dan dipublikasikan secara profesional agar menjadi sumber informasi yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan Muhammadiyah.
Akademi Jurnalistik Muhammadiyah 2026 diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari sekolah dan madrasah Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kehumasan, guru, dan pengelola media sekolah dalam menghasilkan konten informasi yang berkualitas, edukatif, serta sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalistik.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teknik penulisan berita, tetapi juga dibekali keterampilan dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana membangun reputasi dan memperkuat branding sekolah Muhammadiyah di tengah persaingan pendidikan yang semakin kompetitif.
Sebagaimana dipaparkan dalam materi, penguatan literasi media dan publikasi digital menjadi salah satu strategi penting untuk menghadirkan sekolah Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan semakin dikenal luas oleh masyarakat melalui informasi yang akurat, inspiratif, dan bernilai edukatif. Materi tersebut sejalan dengan artikel berjudul “Membangun Reputasi Sekolah Muhammadiyah Melalui Literasi Media dan Publikasi Digital” yang telah dipublikasikan di Suara Muhammadiyah.
