Surabaya , Program kunjungan tiga mahasiswa asal Turki di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya yang berlangsung selama sembilan hari, sejak 23 hingga 31 Juli 2026, berakhir dengan meninggalkan berbagai pengalaman budaya, pendidikan, dan persaudaraan yang berkesan. Selama berada di Smamda, ketiga mahasiswa tidak hanya mengikuti kegiatan akademik, tetapi juga diperkenalkan dengan budaya Indonesia melalui kuliner, wisata edukatif, hingga kegiatan keagamaan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring internasional sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing melalui lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Sejak hari pertama kedatangan, para mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai makanan khas Indonesia. Menu yang disajikan antara lain ayam goreng, ikan gurami, ikan nila, tahu, tempe, bakso, mi ayam, dan gado-gado. Beragam hidangan tersebut menjadi pengalaman baru bagi mereka dalam mengenal kekayaan kuliner Nusantara.
Selama mengikuti kegiatan di Smamda, ketiga mahasiswa juga berinteraksi dengan peserta didik melalui kegiatan berbagi pengalaman mengenai budaya, kehidupan masyarakat, serta pendidikan di Turki. Kegiatan tersebut berlangsung di sembilan kelas internasional jenjang X dan XI sebagai bagian dari pembelajaran berbasis wawasan global.
Pada Kamis (30/7/2026), rombongan mengikuti kunjungan edukatif yang didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat Smamda Ratna Yuliawati serta Fadhlan, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Turki. Destinasi pertama adalah Air Terjun Dlundung, Kabupaten Mojokerto, sebagai sarana mengenalkan kekayaan alam Jawa Timur.
Perjalanan dilanjutkan ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam kunjungan tersebut, suasana berlangsung hangat ketika para mahasiswa berbincang dengan dosen UMM, Arina dan Is. Percakapan santai yang diwarnai candaan mengenai perkiraan usia dosen menciptakan suasana akrab dan memperlihatkan kedekatan yang terjalin selama kegiatan berlangsung.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke kawasan religi Masjid Sunan Ampel Surabaya. Salah seorang mahasiswa, Ahmet, yang merupakan hafiz Al-Qur’an, menunjukkan ketertarikannya terhadap sejarah dan arsitektur masjid tersebut. Ia mendokumentasikan kunjungan tersebut melalui rekaman video berbahasa Turki sebagai bentuk pengenalan warisan Islam di Indonesia kepada keluarga dan kerabat di negaranya.
Dalam kesempatan yang sama, rombongan juga mengunjungi sebuah rumah makan khas Turki di Surabaya. Di lokasi tersebut mereka bertemu dengan pemilik usaha yang merupakan warga negara Turki. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman mengenai kehidupan masyarakat Turki yang menetap di Indonesia.
Program kunjungan ditutup pada Jumat (31/7/2026) melalui acara perpisahan di ruang rapat lantai 4 Smamda yang dihadiri jajaran wakil kepala sekolah. Mewakili Kepala Smamda, Ratna Yuliawati menyampaikan apresiasi atas partisipasi para mahasiswa dalam berbagi pengalaman kepada peserta didik serta menyampaikan permohonan maaf apabila selama pendampingan masih terdapat kekurangan.
Dalam penyampaian pesan dan kesan, Tarik mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar Smamda serta menyampaikan permohonan maaf apabila selama kegiatan terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Ahmet secara khusus mengapresiasi pendampingan yang diberikan oleh Mukhlasin selama program berlangsung. Sementara itu, Yusuf menyampaikan harapannya agar hubungan baik yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan mengundang keluarga besar Smamda untuk berkunjung ke Turki pada kesempatan mendatang.
Sebelum bertolak menuju Sidoarjo untuk melanjutkan perjalanan, rombongan menyempatkan diri singgah di Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) guna membeli peci berlogo Muhammadiyah sebagai cendera mata. Peci tersebut akan dibawa ke Turki sebagai simbol persahabatan, kenangan, dan eratnya hubungan antarbangsa yang terjalin melalui dunia pendidikan.
Program kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat kerja sama internasional yang dibangun Smamda Surabaya serta menumbuhkan sikap saling menghargai keberagaman budaya, memperluas wawasan global peserta didik, dan mempererat persaudaraan lintas negara melalui pendidikan.
